Aku bercerita dengan caraku sendiri.
Terkadang aku tak mampu mengatakannya dangan suara dan hanya dapat
mengungkapkannya dalam rangkaian-rangkaian kata. Ya itulah, aku. Tidak semua
yang kutulis itu adalah diriku, yang kutulis adalah mereka, bagaimana mereka
membuatku berarti ataukah sebaliknya. Mereka adalah sejarah.
Iya, aku bercerita tidak secara langsung
tetapi bukan sebuah kamuflase belaka, melalui tulisan dengan kata-kata yang
indah aku membawamu, ya sang pembaca terhanyut dan membuatmu mengartikan
sendiri perihal maksudku.
Namun untuk kali ini aku akan bercerita tentang kisahku
secara gamblang dan apa adanya.
Beberapa hari yang lalu adalah hari H
acara Mabim Vokasi Universitas indonesia, ya aku menjadi salah satu mentor yang
tergabung di dalamnya. Sebelum acara tersebut aku ikut oprec dan aku begitu
excited. Rapat demi rapat kujalani walaupun Cikarang-Depok harus kulalui.
Berjibaku dengan panasnya trik matahari, desakan dalam bis tapi semua kulakukan
ya sekali lagi karena aku sudah berkomitmen. Ya aku manusia biasa disela-sela
itu pasti ada batas jenuh yang hadapi, rasa malas, mager, selalu menerjangku
untuk merobohkan komitmenku berkat niat serta dorongan dari teman-teman aku
bisa lalui semua sampai akhir dan that is best experience and the best impression.
Banyak hal yang bisa kupetik dari Acara
ini. Kedekatan antar teman, partner, lebih mengenal, dan pastinya aku bisa
bertemu dengan maba-mabaku yang kece-kece.
Aku bahagia bisa menjadi mentor mereka, mereka sopan, baik. Aku seperti
berkawan dengan maba-mabaku namun tetap dalam garis-garis kesopanan yang ada.
Aku menangani 23 anak bersama partnerku, semula itu terlalu berat bagi ku namun
setalah mengenal mereka di pra mabim, tertepiskan rasa takut itu. Mereka manis,
baik, aku merasa nyaman menganyominya dan itu tidak ku dapat di tahun
sebelumnya ketika ku maba.
Selalu ada yang dapat dipetik dari sebuah
pengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar