Kamis, 21 November 2013

Unforgettable Moment, LOL Moment

Unforgettable moment mungkin dua kata itu terlalu mainstream dan mungkin juga kedua bocah yang beranjak dewasa itu akan sama persis menuliskan judul tersebut, tapi tidak, karena aku bubuhkan embel-embel yang berbeda diakhirnya.
Dua bocah itu adalah seorang perempuan yang dulu pernah menjadi my haters, dulu. Dan bocah kedua adalah seorang pria, Mr.Lonely yang pernah mempunyai hubungan dengan aku dan Si bocah perempuan itu, lebih tepatnya aku setelah perempuan itu.
Sabtu, aku langkahkah kaki tuk kembali ke Real House, meninggalkan rumah keduaku, dan kamu tahu bagaimana rasanya meninggalkan rumah kedua dengan seabreg tugas? Indah sekali tapi bukan itu hal pentingnya. Niatku pulang tak luput dari perjanjian untuk menemuinya, yah, Si kecil, si cermin diriku, si haters yang kini menjelma menjadi entah dinamakan apa.......

Rabu, 20 November 2013

Belum Ada Judul #RP

Bolehkah waktu kuputar sejenak? Waktu dimana aku belum menopang rasa ini. Bisakah aku mengatur skenario kisahku? Takkan kujadikan dia sebagai pemeran utama didalamnya.  Sungguh. Jika aku bisa. Takkan kubiarkan dia mengobrak-abrik hatiku. Pertemuan singkat. Yang entah  kedekatannya diberi nama apa. Sampai saat ini aku belum memahami sebab semua berbeda.
Dalam perbincangan singkat kita dipesan singkat dan tentu aku yang  memulai percakapan itu. Yah, tentu saja. Mana mungkin kau yang memulai. Kau yang menciptakan perubahan ini.  Tentu saja aku yang bertanya mengapa. Yah, kamu bersikap seolah-olah semua baik-baik saja.  Dengan alasanmu yang memang masuk akal namun tak dapat aku percaya. Aku cukup mengiyakan setiap detail responmu yang tentu belum menjawab tanda tanya besar dalam benakku.
Tuan, andai boleh aku berkomentar, aku belum mampu menerima 

Cinta Kadaluarsa



Menjadi pengagum rahasiamu? Oh.. tidak pernah menginginkan hal itu, sama sekali. Tapi semua terjadi begitu saja, dengan lancang dan tanpa permisi, perlahan namun pasti kamu mampu mengisi kokosongan hatiku, mengobarak-abrik perasaanku, menjadi pemeran utama dilembar-lembar halaman dalam skenario hidupku.  Andai saja jika aku bisa memilih , takkan kubiarkan kamu merasuki sekat-sekat hatiku, saat itu.
Berawal dari sebuah proses pertemanan, jarak dan kerenggang mampu kamu tepiskan diantara kita. Tentu saja dengan supel kamu memulai semua itu. Sampai pada suatu saat kamu suguhkan aku dengan perhatian-perhatian yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, kamu tuangkan dalam pesan singkat, entah aku yang terlalu cepat menyimpulkan atau apa. Setiap malam kamu selalu luangkan waktu untukku, itu ritinitas terbaruku, dan aku selalu dapat menebak jam berapa kamu akan meramaikan ponselku. Kusempatkan beberapa menit untuk mereview pecakapan kita dipesan singkat, ah.. itu selalu membuatku tersenyum diam-diam. Kamu hanya sekedar bercerita dan kamu selipkan beberapa perhatian didalamnya, mungkin kamu tak ingin terlalu terburu-buru,

Senin, 18 November 2013

Wanita di Tengah Hujan

Senja Gerimis.....
Detik demi detik jarum jam berputar, perlahan demi perlahan namun  dengan pasti ia mengubah sang waktu. Sore pun menjelang kusiapkan semua keperluan untuk menghadapi ujian. Aku abaikan rasa sakit yang menghujam sebagian kepalaku, rasa gelisah dan takut atas pecahnya pembuluh darah dimataku, meskipun siang itu sang penolong dengan baju putih khasnya dan stetoskop di kantungnya mengatakan itu akan baik-baik saja, aaa.. hanya hembusan panjang nafasku yang dapat mewakilkan betapa leganya diriku.
Jam analog berwarna hitam  keemasan bergaya klasik dengan aksen melodi disisi kanan yang kini menghiasi pergelangan tanganku  telah menunjukan seperemapat dari keseluruhan angka-angka yang terjajar rapi. Biru langit dan putihnya awan seketika sirna berganti menjadi kelabu dengan gemuruh-gemuruh suara yang beradu, yang membuat penghuni bumi resah dan takut.  Itulah penyambutan untuk datangnya sang hujan, sang pembawa

Selasa, 05 November 2013

Kepedulian Menjelma Menjadi Teror


Kamu ulurkan tanganmu begitu saja padaku, dengan guratan senyum yang nempak jelas ditulang rahangmu. Aku yang saat itu heran yang tergambarkan dalam tampang kebodanku, begitu saja menangkap mengulurkan tangannya. Lontaran nama yang terdengar jelas digendang telingaku tetapi belum dapat membuatku mengingat jelas sketsa wajah itu.
Pembicaraan ringan yang kamu suguhkan mampu mencairkan suasana kekakuan diantara kami. Aku mengingatnya, dia salah satu anggota diperkumpulanku dari fakultas yang berbeda. Selang tak beberapa lama setelah kami berkenalan semua sekat-sekat kecanggungan sirna begitu saja diantara kami, sebagai seorang teman. Banyak hal yang selama ini takku ketahui, berkatnya aku menjadi banyak tahu, setidaknya untu saat itu aku senang berteman dengannya. Entah sejak kapan, aku tak mengingat, dering ponselku selalu berdering ramai dengan semua pesan-pesan darinya, untuk beberapa saat ia mendominasi  setalah kebawelan ayahku untuk saat itu.
Setiap kali aku membuka mata saat matahari terbit dari ufuk barat ponselku menampilkan sebuah pesan berisi “Bonjour” dan ketika aku berniat memejamkan mata saat bulan menggantikan sang mentari untuk menyinari dunia, lagi-lagi ponselku berdering yang menampilkan jajaran kata “have a wonderful dream, bonne nuit et doux rĂªves” jelas terpampang dilayar ponselku. Singkat memang psan-pesan itu dan begitu manis jika kedua sejoli saling mengharapkannya, namun tidak denganku. Diawal perkenalan kami, aku selalu membalas dengan ringan namun semakin lama aku merasakan suatu kesan yang

Senin, 04 November 2013

240 Detik Dihadapanmu

Indra penglihatanku masih bisa fungsi dengan baik, ditengah teriknya matahari siang dan lautan orang-orang yang meyibukkan dirinya, ah aku tak tahu pasti, akan tetapi yang pasti siang ini aku disuguhkan oleh  sosok yang  dalam setahun mungkin mataku ini hanya dapat menangkap wujudnya sesekali saja, dapat dihitung dengan jari, sepertinya. Meskipun kami berada dalam satu atap yang sama, dalam enam lantai yang tak begitu luas namun entah mengapa  sepertinya kami berotasi sendiri-sendiri, dan hanya dalam suatu waktu  dari 365 hari dalam satu tahun kami bertemu pada titik yang sama, dan aku maupun dia tak mengetahui waktu tersebut. 
Bertemu pada titik yang sama, dalam waktu yang begitu singkat. Satu detik, dua detik, tiga detik...... aku prediksikan itu sampai 240 detik. Oh my God it’s too short. Sejenak perhatianku tersita akan dirinya, ah lagi dan lagi otakku

Sabtu, 26 Oktober 2013

Abi

Malam itu mataku sembab. Terisak sepanjang malam yang membuat tubuhku lelah dan terlelap begitu saja dalam balutan hangat dan lembut selimut. Asaku dapat selalu bersamamu hingga aku dapat membangun kehidupanku dan membahagiakanmu dengan semua bulir-bulir keringatku.  Setiap detik yang aku miliki, aku ingin gunakan untuk membuat guratan senyum di wajahmu.  Aku ingin kita dapat selalu bersama tersenyum, bercanda tanpa harus menahan sakit. Tolong tetaplah disini ....
#Abi #Love #Tears

Definisi teman,Teman seperti apa?

Teman? Ya hanya sebuah kata yang memang cukup singkat, ringan, lumrah dan setiap orang pasti mengetahui arti teman dengan definisi versi mereka masing-masing, tapi kebanyakan dari mereka mendefinisikannya sebagai hubungan antara sesama manusia yang di awali dari proses perkenalan dan endingnya kayak gimana.. itu semua tergantung diri kamu sendiri, bagaimana kamu memainkan peran tersebut, ya.. peran sebagai teman. Tahukah sebenarnya arti dari kata “teman” memiliki makna lebih dalam  dan tak sesimple visual yang di lihat.
Menurutmu apa definisi teman?
Teman itu.................?
hanya sebatas mengenalkah?
hanya sebatas sapa-menyapakah?
sebatas becandakah?
sebagai batu pijakan untuk hubungan yang lebih serius?
persamaan karakterkah?
sebatas menambahkan kontak di BBM ajakah?
sebatas saling kasih info “song via..” “at..”?
yang lebih alay apa sebatas nge-like dan komentar di facebook?
yang paling mainstream dan paling nggak ada matinya yakni sebatas teman sms-an buat nanya tugaskah?
sebatas hanya berperan sebagai pengisi kekosongan waktumu?
sebatas saat terjebak keadaankah?
sebatas pemanfaatan aja?
sebatas sebatas.. kontrak dalam suatu kesempatan seperti dikelas, forum atau situasi setelah selesai kemudian menghilang dan sampai ketemu besok dikesempatan yang sama *berulang-ulang*?
Begitu banyaknya klasifikasi dari teman? tapi itu berdasarkan riset dan penelitian tersembunyi, lebih tepatnya hanya kebetulan menganalisis lebih jauh orang-orang di sekitar dan terutama melihat diriku. Akan tetapi  memang realitasnya kayak gitu. Nah, kamu pasti sedang menerka-nerka kan definisi teman bagi kamuitu seperti apa? Bukan definisi teman untuk kamu deh tapi apa kamu merasa pernah atau memang saat ini adalah salah satu dari apa yang ku sebut di atas? Keep it, that’s your secret.
Ini menurutku tragis: mereka yang di katakan “teman” yang selalu bersama-sama kita dalam setiap kesempatan, menghabiskan bergulirnya waktu bersama mulai dari sekolah, ngampus, bermain, ngerjain tugas, curhat tapi kenyataannya

Hey, Sadarkah?

Hey... pernah tidak, terlintas dalam benak kalian tentang diri kalian saat ini? Bagaimana kalian mensyukurinya, bagaimana kalian memanfaatkanya dan bagaimana bagaimana cara kalian berterima kasih pada-Nya? Tentang apa yang kalian miliki, tentang semua pemberian-Nya.
Mengapa banyak di antara kita tak pernah bersyukur atas apa yang di berikan Tuhan? Padahal mereka tahu kalau Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna. Tapi banyak loh dari mereka tak menyadari kesempurnaan tersebut, beralibi macam-macam, tentunya aku juga pernah kok mengalami hal tersebut,dan aku sangat menyesal.
“Tuhan tak adil, kenapa hidupku sengsara?”, “Tuhan mengapa aku tak pernah bisa dapatkan apa yang kuinginkan?”, “Tuhan, kenapa aku diciptakan berbeda?”, “Tuhan mengapa hidupku tak sebahagia hidup mereka?”, “Tuhan mengapa aku selalu sakit hati?” ,”Tuhan mengapa aku tak berguna?”, Tuhan....mengapa...mengapa?”
Itulah beberapa alibi atau alasan pribadi dari begitu banyak hamba-Nya yang tak menyadari kesempurnaan dan mensyukuri nikmat... kalau alasan kalian apa? Oh tidak, aku harap kalian adalah hamba yang selalu menyukuri nikmatnya yah. Amin
Tidak menyadari kesempurnaan, apa maksudnya?
Kesempurnaan tidak selalu diartikan dengan

Selamat Hari Raya Idul Adha

Gema takbir berkumandang dari setiap penjuru, insan-insan tak henti-henti melantunkan alunan syair terindah sepanjang masa, syair sang Pencipta. Diiringi dengan tabuhan yang menggema telinga dari "bedug". Aaaa... semua itu terasa begitu khas, lantunan takbir menghangatkan jiwa yang dingin, tabuhan itu seakan menggema dalam hati, dan bibir ini seraya berkontribusi mengikuti lantunan lafadz takbir.... Allahu akbar.. allahu akbar... laa ilaha ila allahu akbar........ 
Takbir itu tak terdengar sayup-sayup, gendang telingaku menangkap jelas lantunan itu, jelas dan menenangkan jiwaku. Malam takbir ini aku seakan terlelap dalam balutan kasih-Nya. Gema takbir itu seakan-akan bercerita dengan caranya sendiri kepada setiap insan yang mendengarnya. Saatku terjaga kembali lafadz-lafadz itu masih berkumandang dan memenuhi gendang telingaku dan digendang telingan para umat manusia diseluruh penjuru dunia.

Selamat Hari Raya Idul Adha
Selamat Hari Raya Kurban

#Latepost #IdulAdha


Jumat, 04 Oktober 2013

Melewatimu

Hiruk pikuk suasana kampus tatkala jam pergantian kelas tiba, semua orang sibuk berkutat dengan urusan dan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang tergesa-gesa mamasuki ruang kelas, ada yang memasang wajah bosan karena harus mengantri  lama di depan pintu lift, ada yang sibuk berkeliling kampus menjajakan danus, tak jarang di setiap sudut terlihat jajaran forum-forum kecil yang super sibuk mengerjakan deadline, ada yang gelisah menunggu teman atau mungkin pacar, ada yang hanya sekedar bercengkrama dan bertukar cerita, yaa itulah setidaknya pemandangan yang sangat lumrah  dalam rotasi kehidupanku, oh ya dan tak lupa ada yang bergegas pulang karena beban hari ini telah berakhir, ya itulah aku.
Berjalan menembus dan melewati banyaknya kerumunan orang yang diiringi dengan backsound dari perpaduan suara derap langkah kaki, tawa, teriakan, percakapan dan lain sebagainya yang menciptakan harmonisasi yang khas.

Rabu, 02 Oktober 2013

Pilihan, nomor satu atau 2?

Gimana sih kalau ditempatkan jadi nomor dua, tidak diprioritaskan dan hanya cadangan?
Menurutmu enak tidak dengernya? atau bagaimana persepsi kalian?
dan bagaimana jika menempati posisi ke dua yang dibanding-bandingkan dengan yang pertama?
Apakah yang akan dilakukan?
Pilihan pertama, bertahan dan terus berusaha dengan tekad yang kuat bahwasannya ditempatkan pada nomor satu atau dua bukanlah sebuah masalah, karena yang terpenting bagaimana usaha yang dilakukan untuk menjadi yang terbaik.
Pilihan kedua, berusaha sekuat tenaga pindah dan menempati posisi pertama, namun jika gagal; langsung ke
Pilihan ketiga, pasrah dan menerima nasib begitu saja!
apa pilhanmu?

Selasa, 01 Oktober 2013

Freshman Administrasi 2012

#Freshman#Maba #2012 #UniversityofIndonesia#Outbound#MabimADM
#Freshman#2012#UI#APS#InnocentFace @vina @shasa_salma @asty_diana @garciamanda @shita

Senin, 30 September 2013

Satu harapan dari banyak harapan

a hope
Bermain dengan rasa, mengalunkan melodi yang menggetarkan jiwa. Jari-jari kiriku memainkan nada dan tangan kananku mengalun keatas dan kebawah.
mataku terpaku dengan deretan-deretan nada dengan ritme di atas standbook. Kakiku mengikuti tempo ketukan dari suara yang dihasilkan sang pemain.
i miss it so badbly. in my imajination i wish i can be a vionist, tetapi aku terlalu tinggi semua tak sealistis kenyataannya, aku gagal, aku tak sanggup bertahan, aku tak bisa memaikan itu dengan baik.
aku tak ingin kamu menjadi barang yang usang begitu saja, aku ingin kamu temani aku dalam kesepianku ini.
aku rindu..... bermain denganmu

Addicted Novel

Kenapa ya cerita dalam novel itu dikemas sangat indah? Yap, cerita romantisme. Sekian banyak novel yang aku baca walau di awal nggak menonjolkan kisah percintaan dua sejoli dan di tekankan pada akhir cerita itu semua so romantic. Sekali lagi kenapa cerita cinta yang indah, nggak mainsteam hanya ada dalam novel-novel? kenapa juga nggak ada dalam cerita hidupku? yakali haha 
Kadang kali, aku berimajinasi perihal bagaimana ya kisahku nanti. Menyakitkan sekali hal itu cerita novel dan cerita hidupku itu sangat kontradiksi, itu faktanya.
 
Rasanya aku pengen borong novel-novel setiap kali aku ketoko buku, aku emang nggak niat beli novel tapi melewati tumpukan novel-novel itu butuh usaha yang besar, kakiku seakan dilingkari bola besi, dan novel-novel itu seakan-akan memanggilku "ayooo...kesini bacalah aku, aku punya cerita yang akan membawamu kedalam dimensi lain", akhirnya yang terjadi adalah perang batin. aaaaaa uang sakuku nggak cukup buat beli itu...besok mau makan apa tapi novelnya buat penasaran -_- Orangtuaku juga curiga kalo aku bilang minta uang buat beli buku, dikira buat beli novel. -_-
Di toko buku online pun sudah banyak my wish list buku yang ingin aku beli, tapi sekali lagi finansialku memprihatinkan, dan my wish list hanya tinggal cerita. ini buku-buku yang mau aku beli


Coretan dinding

Perkuliahan sudah dimulai hampir 1 bulan jadi aku nggak bisa banyak ngeluangin waktu aku untuk nulis, corat-coret di sini tapi sebenernya setumpuk kisah-kisah udah aku rekam di otakku dan ingin segera menjadikannya cerita hehehe
Oh iya minat aku membaca novel makin menjadi-jadi... aaaaaa setiap kali membacanya aku selalu dibawa masuk kedalam atmosfer yang berbeda sampai-sampai mewek aaah dasar si melankolis, ya aku, yang suka dramatisir keadaan,.


Minggu, 01 September 2013

Experience in the Mabim Vokasi UI 2013


Aku bercerita dengan caraku sendiri. Terkadang aku tak mampu mengatakannya dangan suara dan hanya dapat mengungkapkannya dalam rangkaian-rangkaian kata. Ya itulah, aku. Tidak semua yang kutulis itu adalah diriku, yang kutulis adalah mereka, bagaimana mereka membuatku berarti ataukah sebaliknya. Mereka adalah sejarah.
Iya, aku bercerita tidak secara langsung tetapi bukan sebuah kamuflase belaka, melalui tulisan dengan kata-kata yang indah aku membawamu, ya sang pembaca terhanyut dan membuatmu mengartikan sendiri perihal maksudku.
Namun untuk  kali ini aku akan bercerita tentang kisahku secara gamblang dan apa adanya.
Beberapa hari yang lalu adalah hari H acara Mabim Vokasi Universitas indonesia, ya aku menjadi salah satu mentor yang tergabung di dalamnya. Sebelum acara tersebut aku ikut oprec dan aku begitu excited. Rapat demi rapat kujalani walaupun Cikarang-Depok harus kulalui. Berjibaku dengan panasnya trik matahari, desakan dalam bis tapi semua kulakukan ya sekali lagi karena aku sudah berkomitmen. Ya aku manusia biasa disela-sela itu pasti ada batas jenuh yang hadapi, rasa malas, mager, selalu menerjangku untuk merobohkan komitmenku berkat niat serta dorongan dari teman-teman aku bisa lalui semua sampai akhir dan that is best experience and the best impression.
Banyak hal yang bisa kupetik dari Acara ini. Kedekatan antar teman, partner, lebih mengenal, dan pastinya aku bisa bertemu dengan maba-mabaku yang kece-kece.  Aku bahagia bisa menjadi mentor mereka, mereka sopan, baik. Aku seperti berkawan dengan maba-mabaku namun tetap dalam garis-garis kesopanan yang ada. Aku menangani 23 anak bersama partnerku, semula itu terlalu berat bagi ku namun setalah mengenal mereka di pra mabim, tertepiskan rasa takut itu. Mereka manis, baik, aku merasa nyaman menganyominya dan itu tidak ku dapat di tahun sebelumnya ketika ku maba.
Selalu ada yang dapat dipetik dari sebuah pengalaman.

Jumat, 30 Agustus 2013

I dont know what


Aku tidak bersalah jika aku tak memfokuskan diriku padamu lagi seperti hari-hari kemarin, karena aku hanya seorang pengagum rahasia. Kamu tak tahu hal itu, bahkan mungkin sama sekali tidak tahu. Semua aku tanggung sendiri, bahagia ataupun duka.  Ini berbeda dengan hubungan yang telah diresmikan, ya amatlah berdosa dalam hubungan yang resmi melakukan hal tersebut, tidak terfokus padamu lagi. 
Sebenarnya akupun tak begitu faham akan diriku sendiri, entah karena lelah berjuang sendiri, entah karna bosan kamu tak pernah melihatmu, entah karena ingin beristirahat saja atau sekedar ingin berdiri tanpa beban, ah entahlah.

Memperjuangkan kamu seorang diri


Mengapa saat aku memperjuangkanmu, kamu sama sekali tak pernah menengok kearahku seakan kamu acuh tak acuh, kamu tahu rasanya nyesek? Ya ini menyiksa dan membuatku sesak. Apakah kamu pernah tahu bagaimana perasaanku ketika kamu lebih memilihnya ketimbang aku, bagaimana rasanya bersikap biasa dihadapanmu, bagaimana aku memanipulasi perasaanku, bagaimana tersiksanya aku ketika aku merindukanmu? Apa pernah kamu tahu hal itu, nggak kan! Ya aku memang terlalu bodoh, tersiksa dengan perasaanku sendiri di perparah rasa yang aku bangun sendiri.
Aku hanya kamu jadikan tempat kamu menaruh peluh, tempat kamu beristirahat dan hanya sebagai batu loncatanmu, tak lebih. Ya salahku membuka celah dihatiku, tetapi ketika hati ini tersentuh oleh tutur manismu, sikap baikmu,  siapa yang dapat menepis rasa itu?
Setelah aku sadar jika kamu itu adalah awan, indah dan

Kamis, 29 Agustus 2013

Terkaan saja

Mata bertemu mata, tangan saling berjabat tangan, sunggingan senyum saling diperlihatkan, dan melontarkan nama masing-masing. Yah itulah tahap awal dari sebuah pertemuan. Canggung memang namun berusaha tepiskan itu. Gurau canda, lengkingan suara terdengar jelas di gendang telinga.  Aku tak menangkap sinyal apapun di awal pertemuan kita, semua berjalan sangat normal. Intensitas pertemuan yang semakin sering menumbuhkan perasaan yang begitu sulit aku jelaskan, kode-kode itu belum dapat aku terjemahkan secara pasti, ya aku tak ingin menerka-nerka itu, aku takut menyimpulkan ini terlalu dini. Ya sekali lagi aku takut, aku terlalu takut untuk jatuh kembali oleh perasaan yang seharusnya tak boleh ada.
Aku bertanya pada diriku, apakah yang aku rasa? Sekedar suka, kagum, penasaran, obsesi atau sesuatu yang sulit di deskripsikan dengan wujud abstrak yang tak dapat diukur massanya dan yang membawa kebahagiaan? Entahlah. Sekali lagi aku takut, takut terjatuh atas rasa yang aku bangun sendiri dengan kamu sebagai objeknya. Jika kamu ketahui yang aku rasa setidaknya kamu punya rasa simpatik, itu kasarnya tapi jika tidak , aku hanya membakar diriku saja, aku yang lelah mempikanmu, aku yang lelah mengawasi harimu dari kejauhan, aku yang lelah berusaha bersikap biasa dihadapanmu. Begitu berat pikulanku jika aku lakukan sendiri, andai saja semua itu kita lakukan bersama, mungkin itu bukan lagi menjadi beban tetapi menjadi kebahagiaan, untukku dan kamu.

Senin, 26 Agustus 2013

Bodoh

Hal yang terbodoh itu melakukan hal-hal yang jelas itu sebuah kesalahan dan sudah tahu konsekuensinya tapi tetap saja dilakukan dan pada akhirnya menyesal.

Minggu, 25 Agustus 2013

Absurd love


When i see u again and look at his eyes deepest, aku seakan terbawa hayut kembali pada kisah beberapa tahun silam yang aku akhiri, aku tinggalkan.
Bartahun-tahun tak jumpa, begitu banyak momen-momen berharga yang telah aku lalui bersama orang baru dalam kehidupanku selepas aku lulus dari sekolah menengah atas dan melewatkan momen-momen yang tak sempat aku rasakan bersama ayah, ibu, adik dan sahabat karibku dan tentunya tak lupa dia. Aku meninggalkan kota ini, kota dimana aku dilahirkan menjadi seorang wanita yang menghargai apa itu makna sebuah kasih sayang.
Pagi itu semua waktu berjalan seperti hari-hari sebelumnya masih tetap 1x 24 jam, setiap detiknya aku biarkan berlalu begitu saja tak ada yang berarti kecuali aku menajalankan rutinitasku sebagai siswa. Hariku, aku habiskan dengan belajar untuk persiapan kuliahku dan siap menjalankan rencana hidup yang sudah terkonsep dalam benakku, tak lupa pula kodrat sebagai siswa SMA yang normal menjalankan hang out bersama teman-teman.
Hidupku benar-benar normal sampai pada suatu ketika semua berubah menjadi absurd saat aku mengenal seniorku, Naufal. Semua orang tahu dia, sikapnya yang ramah, tak pandang bulu membuat daya tariknya lebih besar dari cowok pada umumnya walau dia salah satu orang memiliki segalanya serta didukung dengan wajah yang menurut cewek-cewek yang mabuk kepayang sih tampan, ia dipuja-puja cewek-cewek mulai dari angkatanku sampe angkatan senior, “gila bener tuh cowok, kebangetan lebay, serakah punya segalanya!” gerutuku dalam hati.
Sebenernya aku tak habis pikir sama cewek-cewek yang pake segala macam cara buat dekat dengan

Senin, 19 Agustus 2013

Getir

Diam, menutup getir perasaan yang seakan  mencabik-cabik dengan kamuflase kata seadanya yang tak bermakna dari bibir ini. Iya, ini adalah sebuah kepalsuan. Bagaimana mungkin aku bisa begitu saja memperlihatkan rasa getir, gelisah, takut, sedih yang menyeruak dalam rongga-rongga dadaku ini dihadapan orang terkasihku. Aku pastikan itu akan menambah bebanmu, membuatmu merasakan lebih sakit dari apa yang engkau rasakan dan aku tak ingin engkau rasakan itu. Menghilang sejenak dari hadapanmu, memasuki ruang kecil dan menguraikan rasa getir itu dengan perwujudan tetes demi tetes air yang jatuh dari kedua bola mataku ini. Yah mataku sembab. Jikalau ada hal yang dapat aku lakukan dan aku mampu sembuhkanmu dari rasa sakit yang engkau rasakan setiap waktu akan ku lakukan hal itu. Sedikitpun aku tak ingin engkau rasakan sakit apalagi menderita.
Melihat sosok dirimu di hadapan kami dengan senyuman tanpa memperlihatkan sedikitpun rasa sakit dan kesedihan. Begitu kuatnya engkau. Aku takut, aku ingin engkau bisa kembali seperti dulu tanpa merasakan sakit disisi kami.
#Abi

Kamis, 15 Agustus 2013

Mampukah?


Dapatkah aku melangkah saat aku berpapasan denganmu
Dapatkan aku tetap berdiri tegak saat kamu datang menghampiriku
Dapatkah aku bersikap biasa saat kamu memandangku
Sanggupkah aku menahan rasa ini
Ketika kamu menatap mataku??

The Day

The day i met you was the lucky day or my life.
I love him, more than you ever know.
The worst part of my life. I told you what i've been feeling.
I bet you're don't ever look at me.
You're such as a pain.
At least i'm honest.
Love isn't a pain. Love is a bless. Actually.
Nevertheless it seem like isn't the truth.
I hard to understand it.
Actually i like happy beginnings and also happy ending.
but isn't to me
I miss you, really i'm.
but i think is time to let you go.
I surely, our God had been planning in mysterious ways.
And maybe we're should walked away each other.

Rabu, 14 Agustus 2013

Again Again Again

Begitu banyak cerita, momen, waktu yang telah ku lewati dari pencarianku selama ini, ya pencarian untuk menyatukan setengah dari hati yang sengaja Tuhan pisahkan. Tak pernah aku menemukan waktu yang sempurna yang aku dapat hanyalah kekecewaan lagi lagi dan lagi. Beberapa orang berkata jika terus berusaha tanpa pantang menyerah pasti you got it, but look at me never find it. Beberapa orang yang lain mengatakan hal itu tak perlu di cari, meraka akan datang sendiri pada waktunya. 
Entahlah yang pasti saat ini aku lelah, aku sudah tak kuat jika aku harus mencari lagi yang disisi lain kutuai hanyalah rasa pahit, lagi lagi dan lagi. Rasaku hilang, tak mau memulai kembali membuka hati untuk belajar menyukai seseorang yang ia masih semu untukku. Memang selalu ada sisi baik dan buruk dari sebuah akhir tapi aku terlalu takut pada akhir yang menyedihkan lagi lagi dan lagi. Aku pasrah..aku tak pernah menemukan dia yang sehati denganku yang aku cari. Atau haruskah orangtuaku yang turun tangan atas aku (perjodohan)?

bout Relationship

Melihat mereka yang memamerkan status in relationship with.... atau dalam bio twitter taken by ... dan sejenisnya membuatku sedikit terkibas akan diriku sendiri ya berkaitan dengan itu, ada gerutu dalam hati apasih pakai cara-cara seperti itu dan ada sebesit melayang-layang dalam benakku kapan yak aku bisa berstatus in relationship? hehe
Sesungguhnya untuk mengganti dari single menjadi in relationship itu mudah, kalau saja aku selalu mempersilahkan mereka yang datang masuk dalam hari-hariku tapi tidak dalam sekat-sekat hatiku. it's so easy, doesn't it? aku pikir itu hanya sekedar pembohongan jati diri saja. Tapi aku tidak melakukan hal tersebut! Makna sesungguhnya dari suatu hubungankan meraka yang selalu mengisi hari-hari dengan warna-warna dan sekat-sekat hati ini terisi penuh dengan cinta. So, untuk apa status berubah, hari-hari ramai karena kehadiranya tapi tetap aja hati kosong, sepi. 

#love #paradigma #jomblosay

Selasa, 13 Agustus 2013

My Quote

Memilikimu adalah sebuah anugrah namun ketidakmampuan memilikimu membuat hati semakin merendah -Amalia

Minggu, 11 Agustus 2013

Kala itu


Saat itu menjadi saat yang indah dalam hidupku, semua terasa lebih berwarna, hari yang biasanya berjalan 1x24 jam terasa lebih cepat saat aku berada disampingmu dan berjalan begitu lambat saat kamu jauh disisiku.  Tak pernah terbesit dalam benakku sebelumnya jika kamu bersanding denganku, kala itu. Dengan berbagai jalan kamu lakukan untuk menggerakkan hatiku padamu, mengambil perhatianku dan semua itu berbuah manis kamu dan aku akhirnya menjadi kita.  Saat kamu tersenyum dan tertawa kamu begitu polos, canda dan guratan senyum yang terbentuk dari salur-salur wajahmu terlihat setiap kali kamu bersamaku,  bola mata yang indah dari matamu selalu buatku terhipnotis, diam dan melihat dalam-dalam itulah yang kulakukan. Aku bahagia bisa bersamamu, disampingnya, selalu didekatmu, kala itu. Aku tak ingin semua itu berakhir begitu saja.
Tetapi kebahagiaan yang tercipta, perpaduan antara kamu dan aku hilang seketika

Sketsa

 @amelnitnut w/ @umul_ltfh


 w/ obi my sister