Senin, 30 September 2013

Satu harapan dari banyak harapan

a hope
Bermain dengan rasa, mengalunkan melodi yang menggetarkan jiwa. Jari-jari kiriku memainkan nada dan tangan kananku mengalun keatas dan kebawah.
mataku terpaku dengan deretan-deretan nada dengan ritme di atas standbook. Kakiku mengikuti tempo ketukan dari suara yang dihasilkan sang pemain.
i miss it so badbly. in my imajination i wish i can be a vionist, tetapi aku terlalu tinggi semua tak sealistis kenyataannya, aku gagal, aku tak sanggup bertahan, aku tak bisa memaikan itu dengan baik.
aku tak ingin kamu menjadi barang yang usang begitu saja, aku ingin kamu temani aku dalam kesepianku ini.
aku rindu..... bermain denganmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar