Diam, menutup getir perasaan yang seakan mencabik-cabik dengan kamuflase kata seadanya yang tak bermakna dari bibir ini. Iya, ini adalah sebuah kepalsuan. Bagaimana mungkin aku bisa begitu saja memperlihatkan rasa getir, gelisah, takut, sedih yang menyeruak dalam rongga-rongga dadaku ini dihadapan orang terkasihku. Aku pastikan itu akan menambah bebanmu, membuatmu merasakan lebih sakit dari apa yang engkau rasakan dan aku tak ingin engkau rasakan itu. Menghilang sejenak dari hadapanmu, memasuki ruang kecil dan menguraikan rasa getir itu dengan perwujudan tetes demi tetes air yang jatuh dari kedua bola mataku ini. Yah mataku sembab. Jikalau ada hal yang dapat aku lakukan dan aku mampu sembuhkanmu dari rasa sakit yang engkau rasakan setiap waktu akan ku lakukan hal itu. Sedikitpun aku tak ingin engkau rasakan sakit apalagi menderita.
Melihat sosok dirimu di hadapan kami dengan senyuman tanpa memperlihatkan sedikitpun rasa sakit dan kesedihan. Begitu kuatnya engkau. Aku takut, aku ingin engkau bisa kembali seperti dulu tanpa merasakan sakit disisi kami.
#Abi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar