Mengapa saat aku memperjuangkanmu, kamu
sama sekali tak pernah menengok kearahku seakan kamu acuh tak acuh, kamu tahu
rasanya nyesek? Ya ini menyiksa dan membuatku sesak. Apakah kamu pernah tahu
bagaimana perasaanku ketika kamu lebih memilihnya ketimbang aku, bagaimana
rasanya bersikap biasa dihadapanmu, bagaimana aku memanipulasi perasaanku,
bagaimana tersiksanya aku ketika aku merindukanmu? Apa pernah kamu tahu hal
itu, nggak kan! Ya aku memang terlalu bodoh, tersiksa dengan perasaanku sendiri
di perparah rasa yang aku bangun sendiri.
Aku hanya kamu jadikan tempat kamu menaruh
peluh, tempat kamu beristirahat dan hanya sebagai batu loncatanmu, tak lebih.
Ya salahku membuka celah dihatiku, tetapi ketika hati ini tersentuh oleh tutur
manismu, sikap baikmu, siapa yang dapat
menepis rasa itu?
Setelah aku sadar jika kamu itu adalah
awan, indah dan
terlihat namun tak dapat tergenggam olehku dan aku memutuskan untuk tidak lagi bergantung padamu, mengapa kamu seakan mengulurkan tangan padaku? Aku sangat bahagia, kamu seorang yang aku puja pernah mengisi tiap malam-malamku, setiap mimpiku dan menjadi tokoh utama dalam khayalku dan kini mengulurkan tangannya untukku, apakah aku bisa menolak itu? Tapi mengapa kamu begitu terlambat bahkan sangat terlambat, aku tak dapat ulurankan tanganku karna aku sudah tak terjatuh akan dirimu (jatuh cinta), aku merangkak sendiri untuk bisa berdiri dan untuk apa uluran tanganmu kini ketika aku sudah berdiri tegak?
terlihat namun tak dapat tergenggam olehku dan aku memutuskan untuk tidak lagi bergantung padamu, mengapa kamu seakan mengulurkan tangan padaku? Aku sangat bahagia, kamu seorang yang aku puja pernah mengisi tiap malam-malamku, setiap mimpiku dan menjadi tokoh utama dalam khayalku dan kini mengulurkan tangannya untukku, apakah aku bisa menolak itu? Tapi mengapa kamu begitu terlambat bahkan sangat terlambat, aku tak dapat ulurankan tanganku karna aku sudah tak terjatuh akan dirimu (jatuh cinta), aku merangkak sendiri untuk bisa berdiri dan untuk apa uluran tanganmu kini ketika aku sudah berdiri tegak?
Aku hanya bertanya kemana kamu saat aku
benar-bener terjatuh akan dirimu dan sangat berharap uluran tanganmu? Aku
pastikan aku akan sangat bahagia jikalau kala itu kamu melakukannya untukku. Coba
saat aku memperjuangkanmu dan kamu melakukan hal yang sama, semua ini akan
indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar