Kamis, 21 November 2013

Unforgettable Moment, LOL Moment

Unforgettable moment mungkin dua kata itu terlalu mainstream dan mungkin juga kedua bocah yang beranjak dewasa itu akan sama persis menuliskan judul tersebut, tapi tidak, karena aku bubuhkan embel-embel yang berbeda diakhirnya.
Dua bocah itu adalah seorang perempuan yang dulu pernah menjadi my haters, dulu. Dan bocah kedua adalah seorang pria, Mr.Lonely yang pernah mempunyai hubungan dengan aku dan Si bocah perempuan itu, lebih tepatnya aku setelah perempuan itu.
Sabtu, aku langkahkah kaki tuk kembali ke Real House, meninggalkan rumah keduaku, dan kamu tahu bagaimana rasanya meninggalkan rumah kedua dengan seabreg tugas? Indah sekali tapi bukan itu hal pentingnya. Niatku pulang tak luput dari perjanjian untuk menemuinya, yah, Si kecil, si cermin diriku, si haters yang kini menjelma menjadi entah dinamakan apa.......
mungkin sahabat, ah bukan itu, perlu dicoret! Aku terlalu takut untuk menyebut kata “sahabat” terlontar dari bibir-biri mungil kami. Mungkin lebih tepatnya adik dan kaka, itu lebih cocok.
Tiga bulan kami  terpisah, tak bertemu. Yah, selepas liburan panjang. Hanya deretan-deratan kata di layar ponsel, itulah percakapan kami walau bukan cara jitu, tapi  salah satu pengobat rindu. Ah berlebihan memang tapi begitulah nyatanya. Si kecil yang suka galau itu ingin melepaskan kepenatan, sejenak melupakan peluh-peluh yang menderanya, dan merindukanku. Aku juga rasakan itu tapi hanya kata terakhir sebelum titik saja.
Tak kugantungkan asa terlalu tinggi, bukan karena tak bahagia, siapa sih yang tak bahagia bertemu seseorang yang sekian lama tak bertemu. Hanya saja, durasi itu terlalu pendek, hanya 29 jam dari sesampainya aku dirumah terhitung dengan larutnya malam sampai pagi.
Ponsel berdering, “i wanna meet you, please hurry up”, pesannya. Aku bersolek didepan cermin, lagi lagi ponselku berdering yah, percakapan singkat aku dan dia. Ah.. ini konyol hanya karena situasi kami tak dapat saling bertemu padahal kami sudah sedekat ini, kurang dari 1km. Kecewa, iya! Pukul 20.00 WIB, whatsapp-ku ramai, sebuah group yang diberi judul aaaaa.. so weird but it’s made me laughing, giggle, saat itu, kini jika aku mengingatnya tawa kecil yang kuumbar. Aku, Si kecil dan si pria itu yang tak lain, cinta SMA kami.
        Bagaimana seseorang yang dulunya saling hater satu sama lain, dengan objek pria yang sama dan kini kami bertiga menjadi dekat, seperti keluarga namun tanpa membawa rasa kami yang dahulu. Rasa benci antara aku dan si kecil, rasa cinta dan suka antara aku dan si Mr.Lonely atau Si kecil dan si Mr. Lonely sudah menguap, sejak lama. Aku pastikan tak ada yang seperti kami. LOL! Aku saja heran. Mengapa bisa seperti itu? Tak ada jawaban. Karena hidup ini bukan soal matematika yang selalu ada jawabannya.
        Akhirnya kami bertiga bertemu, setalah percakapan digroup. Kami bertiga bercerita banyak hal, tentang hidup kami kini, membicarakan masa depan dan memflash back masa lalu, terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Apa jadinya yah kalo buka-bukaan tentang kisah-kisah kita saat berhubungan dahulu yang menemui fakta-fakta yang tak pernah kami temui sebelumnya dengan saling menyimpan rasa suka. Aku pastikan akan terjadi perang. Tapi tidak dengan kami.
        Kami dipisahkan oleh denting jam tengah malam, berat hati kami perpisah, hingga kini.....
I dont ever forget that night. Never find the moment. Lol Moment. Unforgettable Moment.

Cici, Si kecil, Mr. Lonely

Tidak ada komentar:

Posting Komentar