Sabtu, 26 Oktober 2013

Hey, Sadarkah?

Hey... pernah tidak, terlintas dalam benak kalian tentang diri kalian saat ini? Bagaimana kalian mensyukurinya, bagaimana kalian memanfaatkanya dan bagaimana bagaimana cara kalian berterima kasih pada-Nya? Tentang apa yang kalian miliki, tentang semua pemberian-Nya.
Mengapa banyak di antara kita tak pernah bersyukur atas apa yang di berikan Tuhan? Padahal mereka tahu kalau Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna. Tapi banyak loh dari mereka tak menyadari kesempurnaan tersebut, beralibi macam-macam, tentunya aku juga pernah kok mengalami hal tersebut,dan aku sangat menyesal.
“Tuhan tak adil, kenapa hidupku sengsara?”, “Tuhan mengapa aku tak pernah bisa dapatkan apa yang kuinginkan?”, “Tuhan, kenapa aku diciptakan berbeda?”, “Tuhan mengapa hidupku tak sebahagia hidup mereka?”, “Tuhan mengapa aku selalu sakit hati?” ,”Tuhan mengapa aku tak berguna?”, Tuhan....mengapa...mengapa?”
Itulah beberapa alibi atau alasan pribadi dari begitu banyak hamba-Nya yang tak menyadari kesempurnaan dan mensyukuri nikmat... kalau alasan kalian apa? Oh tidak, aku harap kalian adalah hamba yang selalu menyukuri nikmatnya yah. Amin
Tidak menyadari kesempurnaan, apa maksudnya?
Kesempurnaan tidak selalu diartikan dengan
hidup mewah, kaya raya, punya keluarga dan teman-teman yang sayang, bukan juga semua yang diinginkan selalu dikabulkan. Jangan salah kaprah yah, bukan itu loh. Kalau kalian dapat mencerna lebih dalam lagi hal-hal yang diatas, itu semua adalah hasil usaha dari pada manusia sendiri loh, semua orang bisa dapatkan asalkan mau bertekad untuk berusaha. Contohnya hidup kaya raya, semua orang bisa kok “kaya raya” asal ada usaha hanya bagaimana kita menjalaninya kan Tuhan sudah beri kita bekal yaitu otak, kalo tak ada usaha ya takkan menuai hal itu. Setuju?
Maksud dari mensyukuri kesempurnaannya adalah ya, tentang kamu yang masih bisa bernafas sampai detik ini, masih dapat melihat indahnya dunia,masih dapat melihat orang-orang yang kita kasihi tersenyum, masih dapat mendengar suara suara kicauan burung-burung, mendengar apa yang orangtua katakan, masih dapat menghirup dengan mudah udara yang Tuhan ciptakan, masih dapat berjalan, berlari kesana kemari sesukanya. Apakah kalian sadar akan hal itu?
Mengapa mereka tak menyadarinya? Terlalu sombongkah? Lupa? Atau memang mengingat tapi mengabaikannya?
Maka sesungguhnya setiap nafas yang hirup dengan GRATIS ini selalu ucapkan syukur atas nikmat-Nya, atas hidup yang telah Dia beri, atas kesempurnaan yang telah Ia patenkan kepada manusia.  Bayangkan berapa puluh-puluh juta yang akan kita keluarkan saat kita tak lagi bisa munghirup udara bebas, saat bernafas itu bukan hal gratis, melalui selang oksigen? Barapa uang yang harus dihabiskan hanya untuk bisa berjalan dengan bebas sesuka hati kita? Berapa biaya untuk kita bisa melihat indahnya dunia???? Sadarkah? Itu hanya bagian kecil, apakah kalian dapat menafsirkan berapa yang harus dibayar atas nyawa dan hidup kita saat ini? Atas pengliatan normal, atas rasa sehat yang diberi-Nya? Kita sebagai manusia tak bisa membayarnya. So, apakah manusia dapat membuat hal yang sempurna, sesempurna Tuhan?
Kita tak harus membayar dengan uang karena Tuhan tak butuh itu, yang perlu kita lakukan ialah mensyukuri nikmat-Nya tak pernah mengeluh atas apa yang diberikannya. Berterima kasihlah pada Tuhan dengan mengabdi pada-Nya, lakukan kewajibamu dan perintahnya. Kamu tahu tidak, sebenarnya Sholat saja belum dapat membayar nikmatnya, nikmat sehat, nikmat jasmani dan rohani, nikmat iman, maka lakukanlah yang lebih dari pada itu, sangat mudahkan, tanpa harus mengeluarkan biaya layaknya kita sakit. Pandai-pandailah bersyukur banyak manusia yang kurang beruntung diatara kita loh, jangan selalu kamu menengok keatas, merendahlah sedikit, tengok bagaimana saudara-saudara kita. Kalau sudah begitu kamu masih ingin berkata kamu tidak sempurna?
Oh iya, Tuhan menciptakan kita sempurna, namun dengan bakat yang berbeda-beda disetiap makhluk-Nya, ada yang pintar, pendiam, keras kepala, tampan, cantik dan lain sebagainya. Jangan pernah berpikir “mengapa Tuhan menciptakan berbeda-beda, dia pintar aku tidak, mereka cantik aku tidak cantik, dia bisa sukses karena dia pandai berkomunikasi didepan umum, sedangkan saya untuk menatap orangpun setengah mati”.  Don’t ever say that. Tuhan mengkarunia kita dengan kelebihan tersendiri yang berbeda. Ada yang tak cantik atau tampan tetapi dia cerdas, ada yang tak bisa berkomunikasi secara verbal tapi dia pandai merangkai kalimat secara non verbal, ada yang pandai dalam sosial tetapi lemah dalam ilmu pasti/science dan sebaliknya. Aaaa... semua manusia berbeda dan disitulah sisi menariknya. Hanya  terkadang kita belum sadar bakat apakah yang kita miliki, oleh karenanya galilah! Dan orang sukses punya caranya masing-masing dan tak lupa semua karena bakat yang Tuhan sisipkan pada diri kita. Jangan khawatir Tuhan itu adil bahkan seadil-adilnya kok lebih adil pada hakim dunia.
Selama kita masih bisa bernafas, selama dapat menikmati kebersamaan bersama-sama ayah, ibu, keluarga, teman masih Dia beri, maka lakukanlah hal yang terbaik dijalannya. Berusaha untuk hidup yang baik, merajut asa dan kebahagiaan didunia namun tetap di jalan Tuhan dan siapkanlah bekal untuk Akhirat nanti sebelum waktu kita habis, karena dunia ini hanya fana, sebagai batu loncatan mempersiapkan tiket untuk dunia yang abadi. Karena hal yang paling dekat dengan kita adalah Kematian, jika kita selalu taat pada-Nya dan sudah mempersiapkan bekal maka saat dipanggil kembali oleh sang Pencipta, kapanpun kita akan siap.
Sekianlah, aku harap kalian bisa memahami kesempurnaan yang Tuhan beri dan Syukurilah apa yang Tuhan kasih.

1 komentar: