Teman? Ya hanya sebuah kata yang memang cukup singkat, ringan, lumrah dan setiap orang pasti mengetahui arti teman dengan definisi versi mereka masing-masing, tapi kebanyakan dari mereka mendefinisikannya sebagai hubungan antara sesama manusia yang di awali dari proses perkenalan dan endingnya kayak gimana.. itu semua tergantung diri kamu sendiri, bagaimana kamu memainkan peran tersebut, ya.. peran sebagai teman. Tahukah sebenarnya arti dari kata “teman” memiliki makna lebih dalam dan tak sesimple visual yang di lihat.
Menurutmu apa definisi teman?
Teman itu.................?
hanya sebatas mengenalkah?
hanya sebatas sapa-menyapakah?
sebatas becandakah?
sebagai batu pijakan untuk hubungan yang lebih serius?
persamaan karakterkah?
sebatas menambahkan kontak di BBM ajakah?
sebatas saling kasih info “song via..” “at..”?
yang lebih alay apa sebatas nge-like dan komentar di facebook?
yang paling mainstream dan paling nggak ada matinya yakni sebatas teman sms-an buat nanya tugaskah?
sebatas hanya berperan sebagai pengisi kekosongan waktumu?
sebatas saat terjebak keadaankah?
sebatas pemanfaatan aja?
sebatas sebatas.. kontrak dalam suatu kesempatan seperti dikelas, forum atau situasi setelah selesai kemudian menghilang dan sampai ketemu besok dikesempatan yang sama *berulang-ulang*?
Begitu banyaknya klasifikasi dari teman? tapi itu berdasarkan riset dan penelitian tersembunyi, lebih tepatnya hanya kebetulan menganalisis lebih jauh orang-orang di sekitar dan terutama melihat diriku. Akan tetapi memang realitasnya kayak gitu. Nah, kamu pasti sedang menerka-nerka kan definisi teman bagi kamuitu seperti apa? Bukan definisi teman untuk kamu deh tapi apa kamu merasa pernah atau memang saat ini adalah salah satu dari apa yang ku sebut di atas? Keep it, that’s your secret.
Ini menurutku tragis: mereka yang di katakan “teman” yang selalu bersama-sama kita dalam setiap kesempatan, menghabiskan bergulirnya waktu bersama mulai dari sekolah, ngampus, bermain, ngerjain tugas, curhat tapi kenyataannya
mereka bukanlah benar-benar teman bagi kita?
mereka bukanlah benar-benar teman bagi kita?
what the meaning of bukan benar-benar teman?
Visual memang seperti menerjemahkan dari sudut yang berbeda bahwa kebersamaan berarti kedekatan, dan banyak yang termanipulasi disisi lain visual tidak dapat mendeteksi perasaan dalam kebersamaan. Pertanyaan dibawah ini bisa menjadi jawaban...
Mengapa kok kebersamaan kita hanya ditempat itu?
Mengapa kok kebersamaan kita hadir hanya disaat tugas-tugas itu datang?
Mengapa kamu kok tak menegurku saat aku salah? Kamu sungkan?
Mengapa kamu tak tuntun dan ajari aku saat aku malu dan tak tahu apa-apa?
Mengapa saat berjauhan kamu tak bertanya kabarku?
Teman itu bukan seperti perjanjian yang jika masanya sudah habis harus dibubarkan. Bukankah teman yang baik itu selalu ingin membuat siapapun yang disampingnya bahagia. Teman juga bukan seperti masa orde baru yang tidak adanya kebebasan menyampaikan pendapat, teman yang baik itu harusnya menegur saat salah, sungkan? maka kamu akan membawanya jauh lebih tersesat, itukah yang dinamakan teman? Katakanlah dengan indah ...
seseorang yang mampu mengisi keseluruhan hari-hari dengan warna dengan maksud memberi kebahagiaan, keterbukaan, saling memaafkan, berbagi suka duka, mendengarkan ketika bercerita, mengingatkan ketika lupa, memotivasi ketika jatuh, dan menasehati ketika salah dan waktulah yang akan menyematkan kata “sahabat” padanya. Itulah definisi arti seorang teman sejati.
#Repost
#Repost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar