Jumat, 04 Oktober 2013

Melewatimu

Hiruk pikuk suasana kampus tatkala jam pergantian kelas tiba, semua orang sibuk berkutat dengan urusan dan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang tergesa-gesa mamasuki ruang kelas, ada yang memasang wajah bosan karena harus mengantri  lama di depan pintu lift, ada yang sibuk berkeliling kampus menjajakan danus, tak jarang di setiap sudut terlihat jajaran forum-forum kecil yang super sibuk mengerjakan deadline, ada yang gelisah menunggu teman atau mungkin pacar, ada yang hanya sekedar bercengkrama dan bertukar cerita, yaa itulah setidaknya pemandangan yang sangat lumrah  dalam rotasi kehidupanku, oh ya dan tak lupa ada yang bergegas pulang karena beban hari ini telah berakhir, ya itulah aku.
Berjalan menembus dan melewati banyaknya kerumunan orang yang diiringi dengan backsound dari perpaduan suara derap langkah kaki, tawa, teriakan, percakapan dan lain sebagainya yang menciptakan harmonisasi yang khas.
Disela aku berjalan lurus membelah kerumunan dari kejauhan bola mataku manangkap suatu objek yang tak asing, iyaa.. tanpa sengaja aku melihatmu lagi, sekali lagi aku tanpa sengaja melihatmu.
Sosok indah yang cukup lama tak menjadi objek penglihatanku, aku sungguh merindukannya. Kamu terlihat bahagia, duduk di selasar bercerita dan bercanda gurau, yah setidaknya visualku menerjemahkan seperti itu.
Waktu berjalan seperti mode slow motion, langkah kakiku seketika berat untuk kembali meneruskan langkahku kedepan, ingin sekali berbalik badan dan menghilang bukan karena takut namun aku tak kuasa berhadapan denganmu karena kamu Papaver somniferum.
Sekejab saja aku terhipnotis, otakku bekerja tanpa perlu aku perintahkan dan membawaku flashback akan masa itu, masa dimana aku bisa menjangkaumu dengan luluasa, melihatmu dari berbagai sudut perspektifku, dan melihat indahnya bola matamu. Tapi itu dulu.
Saat tersadar, aku terus berjalan kedepan dan aku melewatimu begitu saja tanpa kata, ingin kusapa dirimu namun keberanianku tak cukup besar untuk membuatmu sejenak berpaling dari aktivitasmu itu.
Tapi apakah kamu sungguh tak melihatku melintas dihadapanmu? atau kamu memang terlalu enggan untuk menyadari kehadiranku saat itu?

2 komentar:

  1. hehe iya ini pengalaman pribadi :) visit my blog yah, kasih komentar di shoutbox

    BalasHapus