Hey... pernah tidak, terlintas dalam benak kalian tentang diri kalian saat
ini? Bagaimana kalian mensyukurinya, bagaimana kalian memanfaatkanya dan
bagaimana bagaimana cara kalian berterima kasih pada-Nya? Tentang apa yang
kalian miliki, tentang semua pemberian-Nya.
Mengapa banyak di antara kita tak pernah bersyukur atas apa yang di berikan
Tuhan? Padahal mereka tahu kalau Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk
yang paling sempurna. Tapi banyak loh dari mereka tak menyadari kesempurnaan
tersebut, beralibi macam-macam, tentunya aku juga pernah kok mengalami hal
tersebut,dan aku sangat menyesal.
Itulah beberapa alibi atau alasan pribadi dari begitu banyak hamba-Nya yang
tak menyadari kesempurnaan dan mensyukuri nikmat... kalau alasan kalian apa? Oh
tidak, aku harap kalian adalah hamba yang selalu menyukuri nikmatnya yah. Amin
Tidak menyadari kesempurnaan, apa maksudnya?
Kesempurnaan tidak selalu diartikan dengan
hidup mewah, kaya raya, punya
keluarga dan teman-teman yang sayang, bukan juga semua yang diinginkan selalu
dikabulkan. Jangan salah kaprah yah, bukan itu loh. Kalau kalian dapat mencerna
lebih dalam lagi hal-hal yang diatas, itu semua adalah hasil usaha dari pada
manusia sendiri loh, semua orang bisa dapatkan asalkan mau bertekad untuk
berusaha. Contohnya hidup kaya raya, semua orang bisa kok “kaya raya” asal ada
usaha hanya bagaimana kita menjalaninya kan Tuhan sudah beri kita bekal yaitu
otak, kalo tak ada usaha ya takkan menuai hal itu. Setuju?
Maksud dari mensyukuri kesempurnaannya adalah ya, tentang kamu yang masih
bisa bernafas sampai detik ini, masih dapat melihat indahnya dunia,masih dapat
melihat orang-orang yang kita kasihi tersenyum, masih dapat mendengar suara
suara kicauan burung-burung, mendengar apa yang orangtua katakan, masih dapat
menghirup dengan mudah udara yang Tuhan ciptakan, masih dapat berjalan, berlari
kesana kemari sesukanya. Apakah kalian sadar akan hal itu?
Mengapa mereka tak menyadarinya? Terlalu sombongkah? Lupa? Atau memang
mengingat tapi mengabaikannya?
Maka sesungguhnya setiap nafas yang hirup dengan GRATIS ini selalu ucapkan syukur atas nikmat-Nya, atas hidup yang
telah Dia beri, atas kesempurnaan yang telah Ia patenkan kepada manusia. Bayangkan berapa puluh-puluh juta yang akan
kita keluarkan saat kita tak lagi bisa munghirup udara bebas, saat bernafas itu
bukan hal gratis, melalui selang oksigen? Barapa uang yang harus dihabiskan
hanya untuk bisa berjalan dengan bebas sesuka hati kita? Berapa biaya untuk
kita bisa melihat indahnya dunia???? Sadarkah? Itu hanya bagian kecil, apakah
kalian dapat menafsirkan berapa yang harus dibayar atas nyawa dan hidup kita
saat ini? Atas pengliatan normal, atas rasa sehat yang diberi-Nya? Kita sebagai
manusia tak bisa membayarnya. So, apakah manusia dapat membuat hal yang
sempurna, sesempurna Tuhan?
Kita tak harus membayar dengan uang karena Tuhan tak butuh itu, yang perlu
kita lakukan ialah mensyukuri nikmat-Nya tak pernah mengeluh atas apa yang
diberikannya. Berterima kasihlah pada Tuhan dengan mengabdi pada-Nya, lakukan
kewajibamu dan perintahnya. Kamu tahu tidak, sebenarnya Sholat saja belum dapat
membayar nikmatnya, nikmat sehat, nikmat jasmani dan rohani, nikmat iman, maka
lakukanlah yang lebih dari pada itu, sangat mudahkan, tanpa harus mengeluarkan
biaya layaknya kita sakit. Pandai-pandailah bersyukur banyak manusia yang
kurang beruntung diatara kita loh, jangan selalu kamu menengok keatas,
merendahlah sedikit, tengok bagaimana saudara-saudara kita. Kalau sudah begitu
kamu masih ingin berkata kamu tidak sempurna?
Oh iya, Tuhan menciptakan kita sempurna, namun dengan bakat yang
berbeda-beda disetiap makhluk-Nya, ada yang pintar, pendiam, keras kepala,
tampan, cantik dan lain sebagainya. Jangan pernah berpikir “mengapa Tuhan
menciptakan berbeda-beda, dia pintar aku tidak, mereka cantik aku tidak cantik,
dia bisa sukses karena dia pandai berkomunikasi didepan umum, sedangkan saya
untuk menatap orangpun setengah mati”.
Don’t ever say that. Tuhan mengkarunia kita dengan kelebihan tersendiri
yang berbeda. Ada yang tak cantik atau tampan tetapi dia cerdas, ada yang tak
bisa berkomunikasi secara verbal tapi dia pandai merangkai kalimat secara non
verbal, ada yang pandai dalam sosial tetapi lemah dalam ilmu pasti/science dan
sebaliknya. Aaaa... semua manusia berbeda dan disitulah sisi menariknya. Hanya terkadang kita belum sadar bakat apakah yang
kita miliki, oleh karenanya galilah! Dan orang sukses punya caranya
masing-masing dan tak lupa semua karena bakat yang Tuhan sisipkan pada diri
kita. Jangan khawatir Tuhan itu adil bahkan seadil-adilnya kok lebih adil pada
hakim dunia.
Selama kita masih bisa bernafas, selama dapat menikmati kebersamaan
bersama-sama ayah, ibu, keluarga, teman masih Dia beri, maka lakukanlah hal
yang terbaik dijalannya. Berusaha untuk hidup yang baik, merajut asa dan
kebahagiaan didunia namun tetap di jalan Tuhan dan siapkanlah bekal untuk
Akhirat nanti sebelum waktu kita habis, karena dunia ini hanya fana, sebagai batu
loncatan mempersiapkan tiket untuk dunia yang abadi. Karena hal yang paling
dekat dengan kita adalah Kematian, jika kita selalu taat pada-Nya dan sudah
mempersiapkan bekal maka saat dipanggil kembali oleh sang Pencipta, kapanpun
kita akan siap.
Sekianlah, aku harap kalian
bisa memahami kesempurnaan yang Tuhan beri dan Syukurilah apa yang Tuhan kasih.
makasih pencerahannya..
BalasHapusbagus banget mel :)