Merindu? ah..suatu hal yang terlihat lemah! Tapi akankah kita bisa mengelak tatkala rindu itu datang mendera?
Pertanyaannya apa yang harus dilakukan ketika seorang merindu?
Datang padanya dan mengatakan secara langsung? "Hey, i miss you, really l'm" dan kemudian ia menggenggam tangamu sambil mengatakan "you already know, i miss you so much even more than you know". What the hell, itu hanya sebuah khayalan liar yang dipikirkan seorang perindu akut yg
Menyebalkan! memang— Hey.. rindu itu merongrong, seakan-akan perlahan mencekik. Hati seakan berbisik untuk mencoba serukan, namun sekali lagi sial apalah daya seorang perindu searah. Dan meski pada akhirnya rindu ini menjadi cerita usang yg berdebu tanpa pernah (dia) ketahui.
mencoba beralih pada opsi lain untuk untuk menyalurkan rindu tanpa harus datang padanya. Tuliskan dalam notes beribu-ribu kata "miss you" untuk menenangkan rindu yg semakin ganas itu— meski survey menyatakan sama saja, percuma! Nyatanya rindu itu semakin menjadi-jadi.
Rindu bisa saja membius dan tanpa sadar mempengaruhi otak dan kemudian menginstruksikan jari-jari dan mencari namanya dalam kontak ponsel tut...tut..tut- menelponnya. Tidak! Don't do this if u dont know 'who you are'.
Sebenarnya rindu itu indah jika kedua belah pihak saling memilikinya, namun lain halnya pada perindu independen atau seseorang yang terjebak hubungan yang abu-abu.
Ini salahmu! Ya ini memang salahmu. Salah kamu yang—wanita mana yang tidak terbuai olehmu jika disetiap percakapan, selalu berikan kepedulian hingga kini aaaa~ rindulah yang tercipta. Pilihan lain selain menyalahmanmu adalah menyalahkan "mengapa", ya mengapa, mengapa kamu tak pernah mencari tahu mengenai aku, bangaimana aku. Apa kamu enggan? Malas?
Apa jejak-jejak yang sengaja aku tinggalkan tak cukup mampu menarik sedikit perhatianmu untuk mengetahui apa yg terjadi? Atau sebenarnya kamu tahu, jika aku merindu hanya saja kamu enggan dan berdalih acuh dan tak tahu?
Apakah semuanya harus aku yang memulai?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar