Bagaimana aku bisa melantangkan suaraku
untuk mengatakan dua kata kejujuran yang benar-benar mewakilkan perasaanku “aku
cemburu!” namun jika diawal saja kamu tak beri pilihan padaku, belum sempat
membuka mulutku lihatlah kamu, dengan percaya diri menggembor-gemborkan jargon
yang kamu miliki, aaa.. iya aku semakin terpojok, membatin dan bergelut dengan
perasaanku sendiri. Jitu! Dan kamu selalu buatku skak mat dengan kalimat
andalanmu “we’re friendship, since we were in junior high school”. Dengan
mengindahkan bahwa pernah ada sesuatu yang spesial diatara salah satu dari
kalian.
Aku punya
dua pandangan berbeda untuk kasus seperti ini.
Pertama, dengan tidak mengikutsertakan
rasa egoisme, berpikir dewasa, logis dan realistis. Simplenya “yaudahlah
yah dia (pacar/gebetan) sudah terbuka tentang kehidupannya jauh sebelum
mengenal diri kita. So, kita sudah dapat poin lebih, kalau kata agama (saya)
dapat gelar “Al-Amin” dapat dipercaya. Walau kenyataan yang sedikit menyentil mengetahui
tahu bahwa dia pernah-ada-hubungan-spesial terlepas dari balutan kata sahabat
yang terjalin saat ini, itukan dulu, iya dahulu.
Alasan-alasan lain kenapa kamu harus “tidak
mempermasalahkan masa lalu (gebetan/pacar).
·
Sekarang dia (pacar/gebetan) berhubungan
dengan siapa? – JAWAB! Kamu kan?
Jangan egoislah!
apalagi meng-atas-nama-kan egois itu dengan kata “Sayang”. Ini salah kaprah. “Cinta
itu selalu sabar dan baik. Cinta tak pernah cemburu. Cinta tak pernah sombong
dan angkuh. Cinta tak pernah kasar dan egois. Tak pernah tersinggung dan penuh benci”.
Ingat loh
sebelum bertemu kamu, dia bertemu mereka, dia hidup dengan mereka, jangan
membatasi ruang gerak dia. Jangan sampai sikap kamu menggerus rasa suka dia, dan
akhirnya hilang. Untuk kalian dalam tahap penjajakan akan mematikan jalan untuk
ketahap ‘Jadian’, bagi yang sudah menjalani hubungan siap-siap ‘Putus’ aja.
· Kamu
ingin kepo tentang dia yang dulu kan? apalagi perempuan, punya tingkat
ke-kepoin yang tinggi. Berarti siapkan hati untuk sedikit lecet-lecet
sedikitlah, karena ini adalah tahap membangun chemistry, if you’re
jealous, it’s mean you’re truly love, but otherwise you better go away.
Membangun chemistry, kalau saat kamu dengar
(pacar/gebetan) lagi monolog tentang masa lalu-nya atau kamu kepo-kepo sendiri dan
perasaanmu me-respon dengan gejala awal, kesal, bete, marah bisa dipastikan
kamu tervonis menyukainya. Kalo perasaan kamu nge-respon datar-datar aja, lebih
baik hentikan, untuk meminimalisir timbulnya PHP.
·
Berpikir positif, jika dia
(gebetan/pacar) sudah banyak bercerita tentang kehidupan dia, sebelum kamu.
Jangan ngambek bete atau kesal! yang perlu kamu lakukan ambilah intisari dari
pada yang dia ceritakan. Kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, bahwa
sesungguhnya dia sedang menyisipkan maksud dan tujuan dengan harapan agar kamu
bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari pada orang-orang dimasa lalunya.
Tjieee banget kan?
·
Alasan terakhir yang paling absurd dia
sedang ingin menggodamu, membuatmu merasa cemburu untuk menyakinkan bahwa kamu
benar-benar suka atau tidak.
Kedua, dengan membubuhi sedikit egoisme,
apa adanya, dan lebih mendominasi perasaan. Kita manusia. Manusia
biasa. Tak bisa menampik, jika dengan permasalahan diatas seketika timbul rasa
cemburu, itu alami kok, kita tidak boleh menyalahkan perasaan. Perasaan tak
pernah salah ini hanya bagaimana kita mampu mengendalikannya.
Muncul
pernyataan “tapi kan kak, aku sayang, aku pencemburu” (pakai nada menye). Hal itu
tak salah asalkan dalam batasan-batasan kewajaran. Karena dalam situasi tertentu egois, perasaan
yang mendominasi (cemburu) diperlukan dengan catatan proporsi dan takaran
secukupnya. Ya, kayak masak aja, kalau masukin garam kebanyakan gak akan
enak, sebaliknya kalo gak ditambahkan garam hambar dong.
Ya, memang
bohong jika berkata “Rapopo” (Ora Opo-Opo/ Gak apa-apa).
Ah tapi
jangan diasumsikan hal itu sepenuhnya bohong, karena dalam kata “Rapopo”
mengandung arti bahwa dalam keadaanya yang
“apa-apa” itu, si penanggung rasa yang katanya “Rapopo itu” sedang berusaha
untuk tidak mengedepankan rasa egoisnya atau sedang menunaikan Alasan-alasan lain kenapa kamu harus “tidak
mempermasalahkan masa lalu (gebetan/pacar)” Like IDEM.
Selanjutnya
adalah peran dia (gebetan/pacar) yang pintar-pintar mendeteksi saja, gunakan
insting! Jangan hanya ingin dimengerti, tapi jadikanlah hubungan yang saling
mengerti.
Menjalin
hubungan bukan perkara siapa yang PALING. Paling mengerti, paling peduli,
melainkan perkara SALING. Saling mengerti, mengerti satu sama lain. Karena pada
awalnya hubungan itu tercipta karena persaan dua insan yang SALING MENCINTA.
bagus
BalasHapus