Minggu, 13 April 2014

Alasan kenapa kamu harus “tidak mempermasalahkan masa lalu (gebetan/pacar).

Bagaimana aku bisa melantangkan suaraku untuk mengatakan dua kata kejujuran yang benar-benar mewakilkan perasaanku “aku cemburu!” namun jika diawal saja kamu tak beri pilihan padaku, belum sempat membuka mulutku lihatlah kamu, dengan percaya diri menggembor-gemborkan jargon yang kamu miliki, aaa.. iya aku semakin terpojok, membatin dan bergelut dengan perasaanku sendiri. Jitu! Dan kamu selalu buatku skak mat dengan kalimat andalanmu “we’re friendship, since we were in junior high school”. Dengan mengindahkan bahwa pernah ada sesuatu yang spesial diatara salah satu dari kalian.
Aku punya dua pandangan berbeda untuk kasus seperti ini.

Pertama, dengan tidak mengikutsertakan rasa egoisme, berpikir dewasa, logis dan realistis. Simplenya “yaudahlah yah dia (pacar/gebetan) sudah terbuka tentang kehidupannya jauh sebelum mengenal diri kita. So, kita sudah dapat poin lebih, kalau kata agama (saya) dapat gelar “Al-Amin” dapat dipercaya. Walau kenyataan yang sedikit menyentil mengetahui tahu bahwa dia pernah-ada-hubungan-spesial terlepas dari balutan kata sahabat yang terjalin saat ini, itukan dulu, iya dahulu.
Alasan-alasan lain kenapa kamu harus “tidak mempermasalahkan masa lalu (gebetan/pacar).
·         Sekarang dia (pacar/gebetan) berhubungan dengan siapa? – JAWAB! Kamu kan?
Jangan egoislah! apalagi meng-atas-nama-kan egois itu dengan kata “Sayang”. Ini salah kaprah. “Cinta itu selalu sabar dan baik. Cinta tak pernah cemburu. Cinta tak pernah sombong dan angkuh. Cinta tak pernah kasar dan egois. Tak pernah tersinggung dan penuh benci”.
Ingat loh sebelum bertemu kamu, dia bertemu mereka, dia hidup dengan mereka, jangan membatasi ruang gerak dia. Jangan sampai sikap kamu menggerus rasa suka dia, dan akhirnya hilang. Untuk kalian dalam tahap penjajakan akan mematikan jalan untuk ketahap ‘Jadian’, bagi yang sudah menjalani hubungan siap-siap ‘Putus’ aja.
·      Kamu ingin kepo tentang dia yang dulu kan? apalagi perempuan, punya tingkat ke-kepoin yang tinggi. Berarti siapkan hati untuk sedikit lecet-lecet sedikitlah, karena ini adalah tahap membangun chemistry, if you’re jealous, it’s mean you’re truly love, but otherwise you better go away.
Membangun chemistry, kalau saat kamu dengar (pacar/gebetan) lagi monolog tentang masa lalu-nya atau kamu kepo-kepo sendiri dan perasaanmu me-respon dengan gejala awal, kesal, bete, marah bisa dipastikan kamu tervonis menyukainya. Kalo perasaan kamu nge-respon datar-datar aja, lebih baik hentikan, untuk meminimalisir timbulnya PHP.
·         Berpikir positif, jika dia (gebetan/pacar) sudah banyak bercerita tentang kehidupan dia, sebelum kamu. Jangan ngambek bete atau kesal! yang perlu kamu lakukan ambilah intisari dari pada yang dia ceritakan. Kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, bahwa sesungguhnya dia sedang menyisipkan maksud dan tujuan dengan harapan agar kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari pada orang-orang dimasa lalunya. Tjieee banget kan?
·         Alasan terakhir yang paling absurd dia sedang ingin menggodamu, membuatmu merasa cemburu untuk menyakinkan bahwa kamu benar-benar suka atau tidak.
Kedua, dengan membubuhi sedikit egoisme, apa adanya, dan lebih mendominasi perasaan. Kita manusia. Manusia biasa. Tak bisa menampik, jika dengan permasalahan diatas seketika timbul rasa cemburu, itu alami kok, kita tidak boleh menyalahkan perasaan. Perasaan tak pernah salah ini hanya bagaimana kita mampu mengendalikannya.
Muncul pernyataan “tapi kan kak, aku sayang, aku pencemburu” (pakai nada menye). Hal itu tak salah asalkan dalam batasan-batasan kewajaran.  Karena dalam situasi tertentu egois, perasaan yang mendominasi (cemburu) diperlukan dengan catatan proporsi dan takaran secukupnya. Ya, kayak masak aja, kalau masukin garam kebanyakan gak akan enak, sebaliknya kalo gak ditambahkan garam hambar dong.
Ya, memang bohong jika berkata “Rapopo” (Ora Opo-Opo/ Gak apa-apa).  
Ah tapi jangan diasumsikan hal itu sepenuhnya bohong, karena dalam kata “Rapopo” mengandung arti bahwa dalam keadaanya  yang “apa-apa” itu, si penanggung rasa yang katanya “Rapopo itu” sedang berusaha untuk tidak mengedepankan rasa egoisnya atau sedang menunaikan Alasan-alasan lain kenapa kamu harus “tidak mempermasalahkan masa lalu (gebetan/pacar)” Like IDEM.
Selanjutnya adalah peran dia (gebetan/pacar) yang pintar-pintar mendeteksi saja, gunakan insting! Jangan hanya ingin dimengerti, tapi jadikanlah hubungan yang saling mengerti.

Menjalin hubungan bukan perkara siapa yang PALING. Paling mengerti, paling peduli, melainkan perkara SALING. Saling mengerti, mengerti satu sama lain. Karena pada awalnya hubungan itu tercipta karena persaan dua insan yang SALING MENCINTA.

1 komentar: