Sepertinya penjelasanku takkan berguna.. dan takkan mengubah suatu apapun diatara kita.. kamu terus berjalan tanpa ingin sedikitpun berniat untuk menoleh sedikit saja. I'll keep my reasons and perhaps only me who know.
Minggu, 26 Januari 2014
Rabu, 15 Januari 2014
Sonnet XVII – Pablo Neruda
I don’t love you as if
you were the salt-rose, topaz
or arrow of carnations
that propagate fire:
I love you as certain
dark things are loved,
Secretly, between the
shadow and the soul.
I love you as the plant
that doesn’t bloom and carries
Hidden within itself the
light of those flowers,
And thanks to your love,
darkly in my body
Lives the dense
fragrance that rises from the earth.
I love you without knowing
how, or when, or from where
I love you simply, without
problems or pride:
I love you in this way
because i don’t know any other way
of loving.
But this, in which there
is no i or you,
So intimate that your
hand upon my chest is my hand,
So intimate that when i
fall asleep it is your eyes that close.
Sonnet XVII – Pablo Neruda
Salah satu puisi romantis yang paling terkenal yang aku suka dari Pablo
Neruda.
Berharap suatu hari ada yang dapat menuliskan ini untukku...
Meleleh mungkin itu yang akan terjadi, seandainya iya.
Kamis, 21 November 2013
Unforgettable Moment, LOL Moment
Unforgettable moment mungkin dua kata itu terlalu
mainstream dan mungkin juga kedua bocah yang beranjak dewasa itu akan sama
persis menuliskan judul tersebut, tapi tidak, karena aku bubuhkan embel-embel
yang berbeda diakhirnya.
Dua bocah itu adalah seorang perempuan yang dulu pernah
menjadi my haters, dulu. Dan bocah kedua adalah seorang pria, Mr.Lonely yang
pernah mempunyai hubungan dengan aku dan Si bocah perempuan itu, lebih tepatnya
aku setelah perempuan itu.
Sabtu, aku langkahkah kaki tuk kembali ke Real House, meninggalkan rumah keduaku,
dan kamu tahu bagaimana rasanya meninggalkan rumah kedua dengan seabreg tugas?
Indah sekali tapi bukan itu hal pentingnya. Niatku pulang tak luput dari perjanjian
untuk menemuinya, yah, Si kecil, si cermin diriku, si haters yang kini menjelma
menjadi entah dinamakan apa.......
Rabu, 20 November 2013
Belum Ada Judul #RP
Bolehkah waktu kuputar sejenak? Waktu dimana aku belum
menopang rasa ini. Bisakah aku mengatur skenario kisahku? Takkan kujadikan dia
sebagai pemeran utama didalamnya.
Sungguh. Jika aku bisa. Takkan kubiarkan dia mengobrak-abrik hatiku. Pertemuan
singkat. Yang entah kedekatannya diberi
nama apa. Sampai saat ini aku belum memahami sebab semua berbeda.
Dalam perbincangan singkat kita dipesan singkat dan tentu
aku yang memulai percakapan itu. Yah,
tentu saja. Mana mungkin kau yang memulai. Kau yang menciptakan perubahan
ini. Tentu saja aku yang bertanya
mengapa. Yah, kamu bersikap seolah-olah semua baik-baik saja. Dengan alasanmu yang memang masuk akal namun
tak dapat aku percaya. Aku cukup mengiyakan setiap detail responmu yang tentu
belum menjawab tanda tanya besar dalam benakku.
Tuan, andai boleh aku berkomentar, aku belum mampu
menerima
Langganan:
Postingan (Atom)