Senin, 04 November 2013

240 Detik Dihadapanmu

Indra penglihatanku masih bisa fungsi dengan baik, ditengah teriknya matahari siang dan lautan orang-orang yang meyibukkan dirinya, ah aku tak tahu pasti, akan tetapi yang pasti siang ini aku disuguhkan oleh  sosok yang  dalam setahun mungkin mataku ini hanya dapat menangkap wujudnya sesekali saja, dapat dihitung dengan jari, sepertinya. Meskipun kami berada dalam satu atap yang sama, dalam enam lantai yang tak begitu luas namun entah mengapa  sepertinya kami berotasi sendiri-sendiri, dan hanya dalam suatu waktu  dari 365 hari dalam satu tahun kami bertemu pada titik yang sama, dan aku maupun dia tak mengetahui waktu tersebut. 
Bertemu pada titik yang sama, dalam waktu yang begitu singkat. Satu detik, dua detik, tiga detik...... aku prediksikan itu sampai 240 detik. Oh my God it’s too short. Sejenak perhatianku tersita akan dirinya, ah lagi dan lagi otakku

Sabtu, 26 Oktober 2013

Abi

Malam itu mataku sembab. Terisak sepanjang malam yang membuat tubuhku lelah dan terlelap begitu saja dalam balutan hangat dan lembut selimut. Asaku dapat selalu bersamamu hingga aku dapat membangun kehidupanku dan membahagiakanmu dengan semua bulir-bulir keringatku.  Setiap detik yang aku miliki, aku ingin gunakan untuk membuat guratan senyum di wajahmu.  Aku ingin kita dapat selalu bersama tersenyum, bercanda tanpa harus menahan sakit. Tolong tetaplah disini ....
#Abi #Love #Tears

Definisi teman,Teman seperti apa?

Teman? Ya hanya sebuah kata yang memang cukup singkat, ringan, lumrah dan setiap orang pasti mengetahui arti teman dengan definisi versi mereka masing-masing, tapi kebanyakan dari mereka mendefinisikannya sebagai hubungan antara sesama manusia yang di awali dari proses perkenalan dan endingnya kayak gimana.. itu semua tergantung diri kamu sendiri, bagaimana kamu memainkan peran tersebut, ya.. peran sebagai teman. Tahukah sebenarnya arti dari kata “teman” memiliki makna lebih dalam  dan tak sesimple visual yang di lihat.
Menurutmu apa definisi teman?
Teman itu.................?
hanya sebatas mengenalkah?
hanya sebatas sapa-menyapakah?
sebatas becandakah?
sebagai batu pijakan untuk hubungan yang lebih serius?
persamaan karakterkah?
sebatas menambahkan kontak di BBM ajakah?
sebatas saling kasih info “song via..” “at..”?
yang lebih alay apa sebatas nge-like dan komentar di facebook?
yang paling mainstream dan paling nggak ada matinya yakni sebatas teman sms-an buat nanya tugaskah?
sebatas hanya berperan sebagai pengisi kekosongan waktumu?
sebatas saat terjebak keadaankah?
sebatas pemanfaatan aja?
sebatas sebatas.. kontrak dalam suatu kesempatan seperti dikelas, forum atau situasi setelah selesai kemudian menghilang dan sampai ketemu besok dikesempatan yang sama *berulang-ulang*?
Begitu banyaknya klasifikasi dari teman? tapi itu berdasarkan riset dan penelitian tersembunyi, lebih tepatnya hanya kebetulan menganalisis lebih jauh orang-orang di sekitar dan terutama melihat diriku. Akan tetapi  memang realitasnya kayak gitu. Nah, kamu pasti sedang menerka-nerka kan definisi teman bagi kamuitu seperti apa? Bukan definisi teman untuk kamu deh tapi apa kamu merasa pernah atau memang saat ini adalah salah satu dari apa yang ku sebut di atas? Keep it, that’s your secret.
Ini menurutku tragis: mereka yang di katakan “teman” yang selalu bersama-sama kita dalam setiap kesempatan, menghabiskan bergulirnya waktu bersama mulai dari sekolah, ngampus, bermain, ngerjain tugas, curhat tapi kenyataannya

Hey, Sadarkah?

Hey... pernah tidak, terlintas dalam benak kalian tentang diri kalian saat ini? Bagaimana kalian mensyukurinya, bagaimana kalian memanfaatkanya dan bagaimana bagaimana cara kalian berterima kasih pada-Nya? Tentang apa yang kalian miliki, tentang semua pemberian-Nya.
Mengapa banyak di antara kita tak pernah bersyukur atas apa yang di berikan Tuhan? Padahal mereka tahu kalau Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk yang paling sempurna. Tapi banyak loh dari mereka tak menyadari kesempurnaan tersebut, beralibi macam-macam, tentunya aku juga pernah kok mengalami hal tersebut,dan aku sangat menyesal.
“Tuhan tak adil, kenapa hidupku sengsara?”, “Tuhan mengapa aku tak pernah bisa dapatkan apa yang kuinginkan?”, “Tuhan, kenapa aku diciptakan berbeda?”, “Tuhan mengapa hidupku tak sebahagia hidup mereka?”, “Tuhan mengapa aku selalu sakit hati?” ,”Tuhan mengapa aku tak berguna?”, Tuhan....mengapa...mengapa?”
Itulah beberapa alibi atau alasan pribadi dari begitu banyak hamba-Nya yang tak menyadari kesempurnaan dan mensyukuri nikmat... kalau alasan kalian apa? Oh tidak, aku harap kalian adalah hamba yang selalu menyukuri nikmatnya yah. Amin
Tidak menyadari kesempurnaan, apa maksudnya?
Kesempurnaan tidak selalu diartikan dengan