Menjadi pengagum
rahasiamu? Oh.. tidak pernah menginginkan hal itu, sama sekali. Tapi semua terjadi
begitu saja, dengan lancang dan tanpa permisi, perlahan namun pasti kamu mampu mengisi
kokosongan hatiku, mengobarak-abrik perasaanku, menjadi pemeran utama dilembar-lembar
halaman dalam skenario hidupku. Andai
saja jika aku bisa memilih , takkan kubiarkan kamu merasuki sekat-sekat hatiku,
saat itu.
Berawal dari
sebuah proses pertemanan, jarak dan kerenggang mampu kamu tepiskan diantara
kita. Tentu saja dengan supel kamu memulai semua itu. Sampai pada suatu saat
kamu suguhkan aku dengan perhatian-perhatian yang tak pernah aku rasakan
sebelumnya, kamu tuangkan dalam pesan singkat, entah aku yang terlalu cepat
menyimpulkan atau apa. Setiap malam kamu selalu luangkan waktu untukku, itu
ritinitas terbaruku, dan aku selalu dapat menebak jam berapa kamu akan
meramaikan ponselku. Kusempatkan beberapa menit untuk mereview pecakapan kita
dipesan singkat, ah.. itu selalu membuatku tersenyum diam-diam. Kamu hanya
sekedar bercerita dan kamu selipkan beberapa perhatian didalamnya, mungkin kamu
tak ingin terlalu terburu-buru,
